Rasimun Way

Wisata Ilmiah di Geowisata Karangsambung

In Edukasi on Agustus 12, 2011 at 10:57

Cagar Alam Nasional Geowisata Karangsambung terletak di sebuah desa yang ada di utara kota Kebumen. Jarak tempuh dari kota Kebumen menuju kawasan Cagar Alam Nasional Geowisata tersebut sekitar 19 Km, dan membutuhkan waktu sekitar 30 menit. Namun mengingat lalu lintas jalan yang padat terutama oleh truk-truk pengangkut pasir yang nonstop 24 jam, maka perjalanan sewaktu-waktu dapat tersendat. Namun tidak perlu risau karena perjalanan menuju Karangsambung akan sangat menarik. Jalanan yang berkelok, pemandangan alam yang fantastis, sangat natural sekali. Jika melihat ke arah sungai Luk Ulo kita bisa melihat puluhan truk-truk pengangkut pasir silih berganti datang dan pergi. Bukit bebatuan yang dikenal dengan Selaranda menjadi pertanda beberapa kilometer lagi akan memasuki wilayah Karangsambung.

Berwisata ke Cagar Alam Nasional Geowisata Karangsambung termasuk wisata yang lain dari pada yang lain. Dikatakan wisata ilmiah karena Cagar Alam Nasional Geowisata Karangsambung semenjak saya kecil hingga sekarang, sudah menjadi tempat rujukan bagi para ilmuwan, mahasiswa dan para pelajar seantero Nusantara khususnya yang ingin tahu tentang kebumian. Terlebih lagi Cagar Alam Nasional Geowisata Karangsambung merupakan ”taman batuan alam” yang konon menjadi taman geologi yang terlengkap di Asia Pasifik. Sebagai warga asli Karangsambung selayaknya saya patut berbangga.

Informasi dari beberapa teman saya sewaktu kecil yang sekarang bekerja di sana, hingga saat ini beberapa perguruan tinggi seperti ITB, UPN ‘Veteran’ Yogyakarta, UNPAD, dan perguruan tinggi lain dari Semarang, Jakarta dan luar Jawa sering melakukan aktivitas di Cagar Alam Nasional Geowisata Karangsambung dan memanfaatkan fasilitas yang ada. Beberapa organisasi geologi internasional dengan ahli kebumian dari manca negara juga sering berkunjung ke Karangsambung. Tak kalah pula para pelajar lokal dan luar Kebumen dari tingkatan SD, SMP dan SLTA didampingi para guru pembimbing banyak yang telah berkunjung di lokasi ini.

Inti dari wisata ilmiah Cagar Alam Nasional Geowisata Karangsambung adalah kita akan diberikan pemahaman dan pengetahuan misalnya tentang wujud batuan dasar samudera, batuan dasar Pulau Jawa yang terangkat, bekas-bekas tumbukan, aneka cindera mata dari batu mulia beserta penjelasan ilmiahnya. Jangan lupa pula kita bisa mempelajari bagaimana proses terjadinya tsunami yang sering menjadi ancaman serius bagi negara kepulauan seperti negara kita ini.

Di lokasi ini tersedia juga beberapa fasilitas pendukung berupa “guest house” bagi yang memerlukan, katering, dan akomodasi lain. Aneka cinderamata dan batu mulia jangan dilupakan. Wisata yang sangat khas dan bagi yang masih penasaran silakan segera membuat rencana wisata ke Cagar Alam Nasional Geowisata Karangsambung. Salam ..

Meraih Cinta dan Rahmat Illahi

In Religi on Mei 22, 2011 at 15:50

Hari Selasa, 10 Mei 2011 yang lalu. Alhamdulillah berkesempatan mengikuti Pembinaan Rohani Islam (Binrohis) dari Kantor Kementrian Agama Kabupaten Kebumen. Namun mohon maaf saya lupa dengan nama ustadzah yang mengisi Binrohis tersebut, yang pasti intisari dari Binrohis tersebut masih dapat saya ingat yaitu bagaimana meraih cinta dan rahmat Illahi.

Rasulullah SAW. bersabda tentang hal yang menerangkan perlindungan, rahmat dan cinta Allah kepada kita semua yang artinya : “Ada tiga hal yang jika dimiliki oleh seseorang, ia akan mendapatkan pemeliharaan Allah, akan dipenuhi dengan rahmat-Nya dan Allah akan senantiasan memasukkannya ke dalam lingkungan hamba-hamba yang mendapat cinta-Nya. Yaitu seseorang yang selalu bersyukur ketika Allah memberinya nikmat, seseorang yang mampu (meluapkan amarahnya) tetapi dia memberi maaf atas kesalahan orang, dan seseorang yang apabila marah, dia menghentikan rasa amarahnya. (HR Hakim).

Simpulan dari Hadits di atas adalah ada tiga faktor yang harus kita miliki dalam hidup ini. Pertama, mensyukuri nikmat. Wujud dari mensyukuri nikmat itu bisa dilakukan dengan 1) bersyukur dengan hati, yaitu menyadari dan mengakui bahwa berbagai kenikmatan yang kita peroleh semata-mata karena anugerah Allah. 2) Bersyukur dengan lisan, bisa dilakukan dengan membaca hamdallah atas segala kenikmatan yang ada 3) Bersyukur dengan amal, yaitu memanfaatkan segala kenikmatan dari Allah untuk melakukan sesuatu yang diperintah dan dibenarkan oleh Allah SWT.

Simpulan yang Kedua, memaafkan kesalahan orang lain. Memaafkan kesalahan orang lain merupakan sifat terpuji dalam Islam dan mampu berlapang dada, tak memiliki jiwa pendemdam adalah hal yang sangat terpuji. Allah berfirman yang artinya : ” Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang lain mengerjakan yang makruf serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh.” (Al-A’raaf : 199).

Simpulan yang Ketiga, yaitu untuk meraih cinta dan rahmat Allah adalah dengan menghentikan kemarahan. Rasulullah SAW bersabda : ” Marah itu dapat merusak iman seperti pahitnya jadam merusak manisnya madu.” (HR Al-Baihaqi). Hadits lain yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim adalah : ” Orang luat bukanlah orang yang dapat mengalahkan musuh, namun orang kuat adalah yang dapat mengontrol dirinya ketika marah.”

Begitu sobat, inti Binrohis saat itu, perlunya kita untuk mensyukuri nikmat, memaafkan kesalahan orang lain dan menghentikan kemarahan untuk mendapat cinta dan rahmat dari Yang Kuasa. Suatu hal sederhana memang namun sangatlah sulit untuk bisa kita jalankan. Semoga kita menjadi orang-orang yang selalu mendapat cinta-Nya dan perlindungan serta rahmat-Nya. Amiiin…Terima kasih, semoga bermanfaat ..

Humor : 8 Anak Dengan Nama Yang Sama

In Ayo Ngguyu on Mei 8, 2011 at 21:09

Seorang wanita mendatangi sebuah kantor yang mengurusi masalah sosial untuk pengajuan tunjangan sosial anak-anaknya. Wanita itu mempunyai 8 (delapan) anak putri dengan nama yang sama yaitu MONDOLIA WATI dan biasa dipanggil Wati. Sang petugas pendata yang berdarah Jawa mengalami kebingungan.

“Weleh weleh…lha kok kembar kuabeh jenenge. Apa sampean ora bingung ?”

(Versi Indonesia : Weleh weleh.. kok sama semua namanya. Apa anda tidak bingung ?”).

Wanita yang asli Jawa dan sudah tidak bisa berbahasa Jawa lagi karena termakan gaya hidup di kota metropolitan itu pun segera menimpalinya.

“Oh, tidak masalah, Pak. Saya justru merasa segalanya jadi very very simple. Jika mereka semua sedang bermain di luar, maka saya tinggal teriak panggil mereka. ‘Wati !! makan, Wati tidur.’ Mereka kompak menuruti instruksi saya.”

Petugas yang masih penasaran, akhirnya mengajukan pertanyaan selanjutnya dengan serius. ” Maaf, kalau ibu misalnya mau ngobrol hanya dengan salah satu dari mereka, caranya bagaimana ?”

“Ah, itu gampang saja, Pak. Saya tinggal panggil nama bapak mereka saja.”

Hahahaha …

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.